Rabu, 28 Maret 2012

PERAN GURU DALAM ADMINISTRASI

A.    Administrasi Kurikulum
Kurikulum dalam suatu sisitem pendidikan merupakan komponen yang teramat penting. Kurikulum dapat diartikan secara sempit atau luas. Dalam pengertian sempit Kurikulum diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang diberikan sekolah sedangkan dalam arti luas kurikulum adalah semua pengalaman belajar yang di berikan sekolah kepada siswa, selama mereka mengikuti pendidikan di sekolah itu.
Jadi, kurikulum merupakan seperangkat bahan pengalaman belajar siswa dengan segala pedoman pelaksanaannya yang tersusun secara sistematik dan dipedomani oleh sekolah dalam kegiatan mendidik siswanya. Perencanaan kurikulum sekolah menengah oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tingkat Pusat sebagai berikut:
1)    Penyusunan kurikulum dan kelengkapan pedoman yang terdiri atas :
a.    Ketentuan-ketentuan pokok.
b.    Garis-garis besar program pengajaran.
c.    Pedoman pelaksanaan kurikulum
2)    Pedoman-pedoman teknis pelaksanaan kurikulum lainnya, antara lain pedoman penyusunan dan kelender pendidikan, pedoman penyusunan program pengajaran, pedoman penyusunan satuan acara pengajaran, pembagian tugas guru, dan penyusunan jadwal pelajaran.
Tugas guru dalam pelaksanaan kurikulum adalah mengkaji kurikulum tersebut melalui kegiatan perseorangan atau kelompok yang meliputi penyusunan program pengajaran catur wulan serta penyusunan satuan acara pengajaran atau satuan pelajaran . Perencanaan pada tingkat kanwil adalah penyusunan rencana pelaksanaan kurikulum tersebut, seperti penyusunan kalender pendidikan untuk setiap tahun pengajaran.
Kurikulum sekolah yang lengkap, termasuk kurikulum sekolah menengah, terdiri dari tujuan instrujsional, struktur program, garis-garis besar program pengajaran, dan satuan acara pengajaran atau satuan pelajaran. Komponen-komponen kurikulum sekolah menengah itu terdiri dari :
a.    Tujuan Instruksional Sekolah Menengah
b.    Sturuktur Program Kurikulum Sekolah Menengah
Struktur program kurikulum sekolah menegah merupakan kerangka umum program-program pengajaran yang diberikan pada setiap jenis tingkat sekolah menengah.
c.    Garis-garis Besar Program Pengajaran ( GBPP )
GBPP adalah salah satu komponen dari perangkat kurikulum yang merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari dalam bidang pengajaran di sekolah. GBPP terdiri dari unsure-unsure : a) TujuanKurikuler. b) Tujuan Instruksional Umum. c) Bahan Pengajaran ( pokok bahasan, sub pokok bahasan, dan uraian ) d) Program ( kelas, semester, alokasi waktu ) e) Metode f) sarana/sumber, dan g) penilaian. 
B.    Pengembangan Kurikulum
Aspek-aspek pengembangan kurikulum antara lain :
•    Prosedur Pembahasan Materi Kurikulum
Dalam UU No.2 Tahun 1989 tentang pelaksanaan kegiatan pendidikan dalam satuan pendidikan didasarkan atas kurikulum yang berlaku secara nasional dan kuikulum yang disesuaikan dengan keadaan serta kebutuhan lingkungan dan ciri khas satuan pendidikan yang bersangkutan. Kegiatan pembahasan dapat dilakukan melalui diskusi kelompok  guru bidang study, semua gru, dan guru dengan kepala sekolah. 
•    Penambahan Mata Pelajaran Sesuai Dengan Lingkungan Sekolah
Dalam penambahan mata pelajaran harus memenuhi prosedur akademik sebagai berikut :
1.    Harus ada pengkajian yang mendalam tentang aspek-aspek filsafat, sosiologis atau kebutuhan masyarakat, serta kecocokannya dengan tingkat perkembangan anak.
2.     harus memenuhi prinsip prinsip pembinaan dan perkembang kurikulum yaitu prinsip : (i) relevansi atau adanya kesesuaian dengan lingkungan baik sosial, geografis, maupun lingkungan keluarga. (ii) prinsip evektivitas yaitu penambahan mata pelajaran itu menyumbang pencapaian tujuan keluarga (iii) prinsip efisieni, sumber yang ada dilingkungan dapat mendukung pelaksanaan pelajaran, serta (iv) prinsip kontinuitas, mata pelajaran itu dapat dikembangkan lebih lanjut ke tingkat yang lebih tinggi.  
•    Penjabaran dan Penambahan Bahan Kajian Mata Pelajaran
Mata pelajaran dapat ditambah oleh sekolah untuk memperkaya pelajaran tersebut dengan catatan tidak bertentangan dan mengurangi kurikulum yang telah ditetapkan secara nasional.
C.    Peksanaan Kurikulum
a.    Penyusunan dan Pengembangan Satuan Pengajaran
b.    Prosedur Penyusunan Satuan Pengajaran
c.    Pengembangan Satuan Pengajaran
d.    Penggunaan Satuan Pengajaran Buatan Guru Sendiri
e.    Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar
f.    Pengaturan Ruang Belajar
g.    Kegiatan kokurikuler dan Ekstrakurikuler
h.    Evaluasi Hasil Belajar dan Program Pengajaran
D.    Administrasi Kesiswaan
Administrasi kesiswaan merupakan proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa di suatu sekolah mulai dari perencanaan penerimaan siswa, pembinaan selama siswa berada disekolah, sampai dengan menamatkan pendidikannya melalui penciptaan suasana yang kondusif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif.
•    Kegiatan Dalam Administrasi Kesiswaan
1.    penerimaan siswa
2.    pembinaan siswa
3.    tamat belajar
•    Peran  Guru Dalam Administrasi Kesiswaan
Beberapa peran guru dalam administrasi kesiswaan itu diantaranya :
a.    Penerimaan siswa
b.    Masa orientasi
c.    Pengaturan kehadiran siswa dikelas
d.    Memotifasi siswa
e.    Menciptakan disiplin sekolah atau kelas yang baik
E.    Administrasi Prasarana dan Sarana
Prasarana dan sarana pendidikan adalah semua benda bergerak maupun yang tidak bergerak, yang diperlukan untuk menunjang penyelengaraan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung baik dari proses pengadaan, pendayagunaan dan pengawasan.
Kegiatan dalam admistrasi prasarana dan sarana pendidikan meliputi : a) perencanaan kebutuhan b) pengadaan c) penyimpanan d) inventarisasi e) pemeliharaan f) penghapusan prasarana dan sarana pendidikan.
F.    Administrasi Personal
Personal pendidikan dalam arti luas meliputi guru, pegawai, dan siswa. Sedangkan yang dimaksud personal pendidikan adalah golongan petugas yang membidangi kegiatan edukatif dan yang membidangi kegiatan nonedukatif (ketatausahaan). Personal bidang edukatif ialah mereka yang bertanggung jawab dalam kegiatan belajar mengajar yaitu guru dan konselor ( BK ). Sedangkan personel bidang nonedukatif adalah petugas tata usaha dan penjaga atau pesuruh sekolah.
G.    Adminidtrasi Keuangan Sekolah
Dalam suatu lembaga pendidikan, biaya pendidikan merupakan salah satu komponen penunjang yang penting, yang sifatnya melengkapi akan tetapi tidak dapat ditinggalkan. Penanggung jawab administrasi biaya pendidikan adalah kepala sekolah. Administrsi keuangan meliputi kegiatan perencanaan, penggunaan, pencatatan, pelaporan, dan pertanggung jawaban dana yang dialokasikan untuk penyelengaraan sekolah.
Tujuan administrasi keuangan adalah untuk mewujudkan suatu tertib administrasi keuangan, sehingga pengurusannya dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam administrasi keuangan ada pemisahan tugas dan fungsi antara otorisator, ordonator, dan bendaharawan.
Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran uang. Ordonator adalah pejabat yang berwenag melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otoritas yang ditetapkan. Bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang dan diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. 
H.    Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat ( HUSEMAS )
Husemas adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk meningkatkan pengertian masyarakat tentang kebutuhan serta kegiatan pendidikan serta mendorong minat kerjasama untuk masyarakat dalam peningkatan dan pengembangan sekolah. Elemen penting Husemas sebagai berikut :
1.    Adanya kepentingan yang sama antara sekolah dan masyarakat.
2.    Untuk memenuhi harapan masyarakat dalam pengembangan sekolah.
3.    Untuk meningkatkan peran serta yang diperlukan kerjasama yang baik, melalui komunikasi dua arah yang efisien.
Tujuan utama kegiatan Husemas adalah :
a.    Peningkatan pemahaman masyarakat tentang tujuan serta sasaran yang ingin direalisasikan sekolah.
b.    Peningkatan pemahaman sekolah tentang keadaan serta aspirasi masyarakat tersebut terhadap sekolah
c.    Peningkatan usaha orang tua siswa dan guru dalam memenuhi kebutuhan anak didik, serta meningkatkankuantitas serta kualitas bantuan orang tua siswa dalam kegiatan pendidikan di sekolah.
d.    Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran serta mereka dalam memajukan pendidikan di sekolah dalam era pembangunan.
e.    Terpeliharanya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah serta apa yang dilakukan oleh sekolah.
f.    Pertanggungjawaban sekolah atas harapan yang dibebankan masyarakat kepada sekolah.
g.    Dukungan serta bantuan dari masyarakat dalam memperoleh sumber-sumber yang diperlukan untuk meneruskan dan meningkatkan programsekolah.
a.    Prinsip-prinsip Hubungan Sekolah Masyarakat.
Prinsip-prinsip itu adalah :
•    Prinsip otoritas
•    Prinsip kesderhahaan
•    Prinsip sensitivitas
•    Prinsip kejujuran
•    Prinsip ketetapan
b.    Penyelenggaraan Kegiatan Administrasi Hubungan Sekolah Masyarakat
Penyelengaraan program dapat ditinjau dari dua segi. Pertama dari prosesnya dan kedua dari segi jenis kegiatannya.
c.    Peran Guru Dalam Hubungan Sekolah Masyarakat
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam kegiatan husemas, yaitu :
1)    Membantu sekolah dalm melaksanakan teknik-teknik husemas.
2)    Membuat dirinya lebih baik lagi dalam bermasyarakat.
3)     Dalam melaksanakan semua itu guru harus melaksanakan kode etiknya.
I.    Administrasi Layanan Khusus
Layanan khusus adalah suatu usaha yang tidak secara langsung berkenan dengan proses belajar mengajar di kelas, tetapi secara khusus diberikan oleh sekolah kepada para siswanya agar mereka lebih optimal dalam melaksanakan proses belajar. Ada berbagai jenis layanan khusus. Diataranya adalah :
    Pusat Sumber Belajar
Pusat Sumber Belajar (PSB) adalah unit kegiatan yang mempunyai fungsi untuk memproduksi, mengadakan, menyimpan, serta melayani bahan pengajaran sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan proses balajar mengajar dikelas atau pelaksanaan pelaksanaan pendidikan di sekolah pada umumnya.
    Kafetaria Warung/Kantin Sekolah
Keberadaan kafetaria/warung/kantin disekolah secara tidak langsung mempunyai kaitan dengan proses belajar mengajar disekolah. Kafetaria/warung sekolah mampu menyokong kelancaran proses belajar mengajar dari sisi keperluan akan makanan bagi siswa.

SUPERVISI PENDIDIKAN
A.    Pengertian, Fungsi, dan Peran
    Pengertian Supervisi
Menurut Daresh (1989) mendefinisikan supervise sebagai suatu proses mengawasi kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan organissasi. Wiles (1955) mendefinisikannya sebagai bantuan dalam pengembangan situasi belajar mengajar. Tugas supervise meliputi :
1.    Tugas perencanaan yaitu untuk menetapkan kebijaksanaan dan program.
2.    Tugas administrasi yaitu pengambilan keputusan pengorganisasian melalui konferensi dan konsultasi yang dilakukan dalam usaha mencari perbaikan kualitas pengajaran.
3.    Partisipasi secara langsung dalam pengembangan kurikulum
4.    Melaksanakan demontrasi mengajar untuk guru-guru
Sergiovanni dan Starrat (1979) berpendapat bahwa tugas utama supervise adalah perbaikan situasi pengajaran.
    Fungsi dan Peran Supervisi
Ada dua jenis supervise dilihat dari peranannya dalam perubahan, yaitu:
1.    Supervise traktif, artinya supervise yang hanya berusaha melakukan perubahan kecil karena menjaga kontinuitas.
2.    Supervise dinamik, yaitu supervise yang diarahkan untuk mengubah secara lebih intensif praktek-praktek pengajaran tertentu.
B.    Pelaksanaan Supervisi
Dalam usaha mempertinggi efisiensi dan efektifitas proses pelaksanaan supervise pendidikan, kegiatan supervise tersebut perlu dilandasi oleh hal-hal berikut ini :
a)    Kegiatan supervise pendidikan haurs dilandaskan atas filsafat Pancasila.
b)    Pemecahan masalah supervise harus dilandaskan kepada pendekatan ilmiah dan dilakukan secara kreatif.
c)    Keberhasilan supervise harus di nilai dari sejauh mana kegiatan tersebut menunjang prestasi belajar siswa.
d)    Supervise harus dapat menjamin kontinuitas perbaikan perubahan program pengajaran.
e)    Supervise bertujuan mengembangkan keadaan yang favorable untuk terjadinya proses belajar mengajar  yang efektif.
C.    Tehnik Supervisi
•    Pendekatan Humanistik
•    Pendekatan Kompetensi
•    Pendekatan Klinis
•    Pendekatan Profesional
•    Peran Guru Dalam Supervisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar