a. Pengertian Mengajar dengan PLAS
Jean Jacques Rousseau (1712-1788) mengatakan bahwa kesehatan dan aktivitas fisik adalah faktor utama dalam pendidikan anak-anak. Dia juga mnegemukakan bahwa minat anak secara alami dan dorongan keingintahuannya dapat dimanfaatkan secara semaksimal mungkin untuk proses pembelajaran.
Johann Heinrich Pestalozzi (1716-1827) dengan konsep “Home Schooolnya” menjadikan lingkungan alam sekiatar sebagai tempat tinggalnya sebagai objek nyata untuk memberikan pengalaman pertama bagi anak didiknya. Pestalozzi juga mengajarkan ilmu bumi dan alam sekitar kepada anak didiknya dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia dilingkungan alam sekitar tempat tinggalnya.
Secara umum, proses belajar mengajar dengan mengaplikasikan pendekatan lingkungan alam sekitar merupakan upaya pengembangan kurikulum sekolah yang ada, dengan mengikut sertakan segala fasilitas yang ada di lingkungan alam sekitar sebagai sumber belajar.
Pengembangan metode PLAS sebenarrnya menuntut kita sebagai guru untuk memahami bahwa pembelajaran dengan pendekatan lingkungan alam sekitar adalah suatu pendekatan di dalam proses belajar mengajar dalam rangka menuju keberhasilan tujuan kurikum, yang meliputi :
1. Pengembangan dan perluasan ruangan kelas menuju kepenggunaan lingkungan alam sekitar sebagai labolatorium belajar.
2. Serangkaian pemenuhan pengalaman langsung untuk segala tingkat kurikulum dengan bahan-bahan pelajaran yang bersifat alami dan dalam situasi kehidupan yang sebenarnya.
3. Kegiatan yang melibatkan anak didik, guru, dan sumber-sumber lainnya, untuk merencanakan dan bekerja sama di dalam pengembangan iklim belajar mengajar yang optimal.
b. Latar Belakang Mengajar dengan PLAS
Edward L. Thorndike, pernah mengatakan bahwa manusia untuk selalu mawas diri dalam hubungannya dengan alam semesta. Dia mengeksprsikan pandangannya bahwa pengetahuan tentang sesuatu kebenaran yang hakiki dan abadi untuk kelangsungan hidup segala bentuk kehidupan adalah dengan menyadari untuk selalu mengahargai hak untuk hidup semua bentuk kehidupan di muka bumi ini. Oleh sebab itu, manusia dituntut untuk selalu peka terhadap segala perubahan yang terjadi di alam, dan menjadikannya sebagai bahan pijakan dalam membantu memperbaiki kebiasaan-kebiasaan destruktif tangan manusia yang disebabkan oleh kurangnya kepedulian terhadap lingkungan alam sekitar.
1. Pengaruh Keadaan Ekonomi Bangsa.
Sejak proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 17 agustus 1945, anggaran pendidikan masih belum maksimal. Sehingga, pemenuhan segala fasilitas penunjang pendidikan masih sangat kurang, termasuk alat-alat bantu pembelajaran. Untuk hal tersebut, pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan alam sekitar sebagai sumber belajar merupakan salah satu alternative yang sangat potensial untuk dikembangkan.modifikasi proses pembelajaran dengan menggunakan alam lingkungan alam sekitar sebagai sumber belajar harus disesuaikan dengan kondisi system pendidikan nasional, serta dikaitkan dengan upaya pencapaian tujuan kurikuler sekolah yang diidentik sebagai pendekatan mengajar dengan menggunakan alam sekitar sebagai labolatorium belajar.
2. Pengaruhnya Terhadap Pendidikan
Salah satu sekolah yang dikembangkannya (child-centerd school) adalah program-programnya yang memperhatikan keperluan serta minat anak, kurikulum dikembangkan kearah kegiatan belajar mengajar dilingkungan alam sekitar. Proses pembelajarannya, lebih mengarah kepada proses penemuan pengalaman sebanyak-banyaknya melalui kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan di masyarakat sekitar mereka.
c. Dasar Pemikiran Perlunya Mengajar dengan PLAS
LB. Sharp berpendapat bahwa tidak akan pernah ada suatu sekolahpun yang terlalu sempit, miskin, kekurangan alat-alat atau bahan untuk bias memulai suatu kegiatan belajar mengajar. Proses pembelajaran, dan eksplorasi dapat dilakukan diluar gedung sekolah, sepanjang transportasi mengizinkan. Dan tidak ada satu sekolah, ataupun universitas yang sangat lengkap dan maju di dalam hal proses belajar mengajarnya, tanpa ditunjang oleh eksplorasi ke lingkungan alam sekitar. Dasar pemikiran mengajar dengan PLAS adalah :
1. Keperluan untuk mengajar efektif
2. Keperluan untuk konsep dasar.
3. Keperluan untuk pendidikan nyata.
4. Keperluan untuk berhati-hati.
5. Keperluan untuk menghargai lingkungan alam sekitar.
6. Keperluan untuk mengenali lingkungan alam sekitar.
7. Keperluan Untuk pengalaman rekreasi.
d. Nilai-nilai dari Mengajar dengan PLAS
Kekhasan dari kegiatan belajar mengajar di dalam situasi kehidupan yang sebenarnya adalah problem solving. Kegiatan problem solving merupakan proses belajar yang jarang dilakukan di dalam kelas. Singkatnya, dapat dikatakan bahwa anak didik akan menemukan sendiri kalau dirinya itu sebagai pelaku di dalam proses belajar dan pemecahan masalah.
Hasil lain dapat dirasakan oleh guru dari kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan lingkungan alam sekitar, adalah sering terlihatnya minat yang besar pada anak didik tehadap hal-hal yang pernah mereka temukan di dalam buku pelajaran.
e. Lokasi mengajar dengan PLAS
Lingkungan alam sekitar sekolah, merupakan tempat yang sangat luas dan lengkap. Mulai dari pintu kelas sampai berkilometer-kilometer jauh dan luasnya kesegala arah, terbentang fasilitas-fasilitas penunjang proses belajar yang sempurna. Kesemua fasilitas-fasilitas itu merupakan labolatorium belajar yang sangat lengkap dan unik
f. Tehnik mengajar dengan pendekatan lingkungan
Ada beberapa elemen dasar yang perlu diperhatikan, sehubungan dengan pengimplementasian suatu pendekatan dai dalam proses belajar mengajar :
1. Semua pendekatan mengajar adalah baik dan dapat digunakan. Hal ini tergantung sejauh mana persiapan kegiatan belajar mengajar dan materi yang akan diajarkan.
2. Dampak positif mengajar dengan pendekatan lingkungan alam sekitar, memberikan kesempatan dan dorongan untuk pengembangan inkuiri anak dalam usahanya untuk memecahkan masalah (problem solving)
3. Dari kegiatan belajar dengan pendekatan lingkungan alam sekitar, memungkinkan anak didik untuk merespon dengan seluruh kemampuan berpikir, semua indera, serta segal minatnya.
Sebagai strategi pembelajaran untuk proses penemuan inkuiri mempunyai elemen-elemen yang meliputi : problem solving, discovery, non directive dan lain sebaainya. Dengan tujuan utama yaitu melibatkan anak didik dalam rangka mengambangkan kemampuan mereka agar dapat memformulasikan pertanyaan-pertanyaan yang datang dari dirinya , serta mencari jawabannya sendiri.
Pada bagian berikut ini akan dibicarakan tentang hal-hal sebagai berikut :
1. Ceramah bukan metode mengajar yang efektif, hal ini disebabkan didalam ceramah hanya berpegang kepada penggunaan kata-kata saja. Untuk itu, ceramah dapat dikatakan sebagai metode mengajar yang kurang efektif untuk terjadinya proses pemahaman anak sebagai hasil dari kegiatan belajar mengajar apabila tidak digabungkan dengan metode-metode mengajar lainnya.
2. Belajar eksplolatori. Lingkungan alam sekitar sangat bervariasi, dimulai dari permukaan tanah yang tidak rata, bukit, kebun, kolam, sawah, sungai dan lain sebagainya. Hal ini semua, merupakan Fenomena menarik dank has yang akan memacu anak didik untuk melakukan eksplorasi.
3. Inkuiri, seorang ahli inkuiri yang telah berpengalaman, akan mengguanakan seni membuat pertanyaan yang dapat membawa anak didik kepada proses penemuan jawaban-jawaban dari masalah-masalah yang belum diketahui jawbannya.
4. Problem solving, anak usia sekolah dasar secara alami mempunyai sifat ingin tahu (Curious) yang sangat besar inkuiri kebanyakan terjadi karena dorongan hati anak-anak itu sendiri, yang disebabkan rasa ingin tahu dan keheranannya terhadap suatu fenomena yang mereka temukan.
B. Pendekatan Pengalaman Langsung Dalam Belajar Mengenal Lingkungan
Proses pembelajaran yang dimulai pada objek nyata, akan lebih baik dari pada dimulai dari buku pelajaran yang diteruskan ke lapangan untuk mengidentifikasi tumbuhan dan membuktikan deskripsinya. Tehnik yang cukup efektif untuk kegiatan ini ialah dengan mengelompokkan anak menjadi dua-dua. Setiap kelompok yang beranggotakan dua orang tersebut, masing-masing kelompok disuruk untuk memilih pohon yang berbeda. Didalam kegiatan belajar mengajar yang diimplentasikan pendekatan lingkungan alam sekitar, memungkinkan anak didik untuk belajar berdasarkan hasil observasinya dan dengan keputusan sendiri.
C. Pendekatan table kunci untuk mengenal burung
Salah satu cara termudah untuk menemukan burung dan menjadi akrab dengannya, adalah dengan membawa atau mendekatkan burung tersebut dengan si pengamat. Metode seperti ini, lebih efektif dilaksanakan dalam kegiatan fild trip ke hutan sekitar sekolah atau tempat lain yang tidak terlalu jauh dari lokasi sekolah, dan tidak membahayakan pkeselamatan anak didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar